Langsung ke konten utama

UMJ Jalin Kerja Sama dengan BNN

 

Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., (kanan) dan Sekretaris Utama BNN Irjenpol. Tantan Sulistyana, SH., S.IK. MM., (kiri) seusai menandatangani Perjanjian Kerja Sama di Auditorium FIP UMJ, Rabu (18/10/2023).

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama di Auditorium Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Rabu (18/10/2023). Lembar kerja sama ditandatangani oleh Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., dan Sekretaris Utama BNN Irjenpol, Tantan Sulistyana, SH., S.IK. MM.


Baca juga : UMJ Jalin Kerjasama dengan Guangxi Minzu University China


Potensi dan peluang kerja sama antara BNN dengan UMJ cukup luas. Kerja sama dilakukan tidak hanya dalam lingkup sosialisasi dan penyuluhan, tapi juga pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., seusai penandatanganan.


“Kami memiliki ragam program studi yang berkaitan dengan BNN. Ada Kesejahteraan Sosial, bahkan rumpun kesehatan ada di 3 fakultas. Dengan adanya kerjasama ini, pegawai BNN yang ingin melanjutkan studi bisa memilih prodi yang ada di sini,” ungkap Ma’mun.


Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si.,(tengah kiri) Irjenpol. Tantan Sulistyana, SH., S.IK. MM., (tengah) Dra. Yunis Farida Oktoris Triana, M.Si., (tengah kanan) dan Pimpinan UMJ saat menghadiri Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di Auditorium FIP UMJ, Rabu (18/10/2023).


Ma’mun juga mengungkap kerja sama ini berawal dari kerja sama antara PP Muhammadiyah dengan BNN. UMJ siap mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk kebutuhan program bersama BNN ini, salah satunya adalah melakukan berbagai penelitian.


Menurutnya, ini merupakan bagian dari tindakan preventif peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat, khususnya lingkungan kampus.  “Narkotika saat ini peredarannya sudah luar biasa. Oleh karenanya penting ada kerja sama semua pihak, termasuk perguruan tinggi dan Pemerintah. Masyarakat juga harus memiliki kesadaran untuk pencegahan dan pemberantasan narkotika,” kata Ma’mun.


Sekretaris Umum BNN Irjenpolm Tantan Sulistyana, SH., S.IK. MM., menyampaikan bahwa saat ini BNN melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kalangan sivitas akademika perguruan tinggi di seluruh provinsi di Indonesia. Oleh karenanya BNN mengapresiasi UMJ yang telah bersedia melakukan kerja sama dengan BNN.


“Untuk penanggulangan dan penanganan narkotika ini, BNN tidak bisa bekerja sendirian tapi memerlukan stakeholder dan instansi pemerintah serta peran masyarakat sehingga penanganannya bisa dilakukan secara komprehensif,” ungkap Tantan.


Menurutnya, melalui kerja sama tersebut UMJ turut serta menyelamatkan generasi Bangsa Indonesia dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika. Tantan berharap agar tindak lanjut kerjasama ini dapat dilaksanakan dalam bentuk program, di antaranya deteksi dini pada mahasiswa, riset, dan program pendidikan lanjutan bagi pegawai BNN.  


Penandatanganan kerja sama disaksikan oleh Dekan, Wakil Dekan, dosen dan mahasiswa di lingkungan UMJ, serta pejabat dan pegawai BNN. Selain itu para mahasiswa yang hadir diberikan sosialisasi  “Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika” yang disampaikan oleh  Dra. Yunis Farida Oktoris Triana, M.Si.


Yunis menegaskan pada seluruh mahasiswa agar tidak main-main dan mencoba berkenalan dengan narkotika jenis apa pun. “Jangan sekali-kali mencoba karena kalau sudah sekali mencoba maka akan terpeleset dan terjerumus,” ungkapnya. Para mahasiswa yang merupakan perwakilan dari seluruh fakultas antusias mengikuti penyuluhan yang disampaikan Penyuluh Narkoba Ahli Utama BNN tersebut. Turut hadir pada acara tersebut Direktur Kerjasama Deputi Bidang Hukum dan Kerjasama BNN Dr. Raden Mas Aria Teguh Mahendra Wibisono, Direktur P2 BNN Brigjend. Pol.Heri Istu Haryono, S.Si.


Editor : Tria Patrianti



Komentar

Postingan populer dari blog ini

UMJ Gandeng Monash University Gelar Diskusi Akademik

  Lecture Faculty of Education Monash University, Anne Keary, Ph.D., dalam acara diskusi akademik FIP UMJ, di Auditorium FIP, Kamis, (07/09/2023). (UMJ) menggelar diskusi akademik dengan tema  The Power of Play: English For Young Learnes.  Acara ini merupakan bentuk kerja sama antara UMJ dengan  Faculty of Education  Monash University Australia , yang dilaksanakan di Auditorium  Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UMJ , Kamis, (07/09/2023). Baca Juga :   Prodi Ilmu Politik Gelar Diskusi Bersama Komunitas Charlotte Mason Lecture Faculty of Education  Monash University, Anne Keary, Ph.D., sebagai  keynote speaker  menjelaskan sebanyak 21% rakyat Australia menggunakan bahasa yang berbeda-beda untuk berkomunikasi sesuai dengan lingkungan sekitar. Australia terdiri dari tiga budaya berbeda. Pada penelitiannya, Keary memaparkan bagaimana warga Australia mengajarkan komunikasi kepada anak-anak, salah satunya dengan cara bermain. Bermain menjadi ajan...

Yuk ! Kenalan dengan Sivitas Akademika Kampus

  Perguruan tinggi tentu berbeda dengan sekolah. Begitu juga dengan struktur kepemimpinan yang ada di dalamnya. Pada universitas tidak ada lagi sebutan guru, kepala sekolah, maupun wakil kepala sekolah. Agar tidak salah sebut, yuk kenali beberapa sebutan untuk pimpinan yang ada di universitas. Rektor Rektor merupakan pemimpin tertinggi di suatu universitas. Tugas rektor adalah bertanggung jawab untuk memantau seluruh sistem di universitas agar berjalan lancar. Segala citra dan reputasi kampus menjadi salah satu tugas Rektor untuk menampilkan figur representatif perguruan tinggi di mata publik. Seorang Rektor harus memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan. Dalam hal ini,  Universitas Muhammadiyah Jakarta  (UMJ) merupakan salah satu  Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah . Maka, Rektor harus sejalan dengan visi misi Muhammadiyah dan ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Wakil Rektor Seperti pemimpin pada umumnya, Rektor juga memiliki seorang wakil yang bi...

Diskusi Internasional ILPOL FISIP UMJ Bahas Soal Tantangan Uyghur di China

  Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMJ, Dr. Asep Setiawan (kanan) dan Direktur Eksekutif Center for Uyghur, Mr. Abdul Hakim Idris (kiri) saat diskusi tentang uyghur di Ruang Rapat FISIP UMJ., Rabu, (25/10/2023). Program Studi Ilmu Politik  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta  (ILPOL FISIP UMJ) menggelar forum diskusi internasional dengan tema  Uyghur Challenges in China and Beyond,  di Ruang Rapat FISIP UMJ, Rabu, (25/10/2023). Baca juga :  Langkah Menghadapi Islamophobia terhadap Uyghur di China Uyghur merupakan kelompok etnis muslim yang tersebar di China. Saat ini Uyghur tengah dihadapkan dengan tantangan di wilayah Xianjiang, Tiongkok, baik domestik maupun international yang kompleks dan beragam tentang pelanggaran hak asasi manusia dan diplomasi. Pelanggaran hak asasi manusia meliputi penganiayaan berdasarkan identitas orang uyghur yang dilarang menjalankan agama dengan bebas. Selain itu pembatasan dari berbagai aspek kehi...