Langsung ke konten utama

Mahasiswa FKM UMJ Ikuti Konferensi Energi Tingkat Internasional

 

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nadiem Makariem (kedua dari kiri) saat pembahasan sidang pleno di Hotel JS Luwansa Jakarta, Sabtu (16/09/2023).

 
 

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKM UMJ) mengikuti kegiatan Konferensi Energi Internasional (IEC), di Hotel JS Luwansa, 15-16 September 2023. Kegiatan digelar menjelang Pertemuan Menteri Energi ASEAN (AMEM) ke-41, Koordinator Kerja Sama Energi di bawah Sekretariat Ketua ASEAN 2023 bekerja sama dengan Purnomo Yusgiantoro Centre (PYC).

Baca juga : Mahasiswa FKM UMJ Ajak Warga Tangsel Kreasikan Sampah

Sebanyak lima mahasiswa FKM UMJ turut serta dalam rangkaian kegiatan dan aktif mengikuti berbagai sesi pleno dan paralel Session dengan sub-topik yang sangat menarik. Acara dimulai dengan konferensi kepada media yang di pimpin oleh Filda C. Yusgiantoro selaku Chairperson the Purnomo Yusgiantoro Center.

Pidato utama oleh Ketua Institut Pembangunan Berkelanjutan & Pusat Climate works Monash John Thwaites dan pidato penyambutan oleh bapak Arifin Tasrif selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggaraan acara ini karena menurutnya dalam melaksanakan transisi energi di ASEAN dan Indonesia diperlukan kolaborasi dengan banyak mitra serta pemangku kepentingan.

“Sungguh suatu kebahagiaan bagi saya untuk menyambut hangat seluruh peserta, sebagai bagian acara dari Keketuaan Indonesia di ASEAN. Kepada peserta yang hadir agar dapat berpartisipasi secara aktif dan keterlibatan konstruktif dalam Konferensi ini,” ujar Arifin.

Peserta mengikuti Sesi Pleno yang membahas tujuan-tujuan dari lima perspektif yaitu sumber daya manusia, energi, pendidikan, transportasi, dan industri. Pembahasan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan temuan terkini mengenai strategi para pakar ternama dari berbagai sudut pandang.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi peserta mengenai pentingnya kolaborasi pasokan dan sisi permintaan untuk menciptakan peta jalan transisi energi yang inklusif, khususnya di ASEAN dan Indonesia pada khususnya.

Turut hadir Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Nadiem membahas perspektif sumber saya manusia dan perspektif pendidikan yang isinya membahas transformasi sistem pendidikan ASEAN menuju transisi yang berkeadilan.

Menurutnya, pendidikan untuk transisi yang adil harus menegaskan pentingnya guru dan siswa sebagai agen transformasi. Hal ini ditujukan agar dapat mendorong praktik dan pendekatan pendidikan kritis yang bisa mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon dan yang menghargai karakteristik keadilan, yang mencakup kesetaraan, kewajaran, dan keadilan untuk membangun kurikulum yang mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Hadir pula Menteri Pendidikan Singapura, Mr. Chan Chun Sing yang turut serta membahas persoalan dunia pendidikan pada sidang pleno tersebut. Delegasi dari FKM UMJ dipercayai untuk mengikuti Pembahasan mengenai Sumber Daya Manusia (SDM) dalam sesi Pleno tersebut.

Dimas Imam Prayogo salah satu delegasi dari Mahasiswa FKM UMJ mengatakan, “Dengan adanya konferensi ini semakin jelas bahwa pemerintah telah berupaya dalam mempersiapkan SDM dan perlu kita dukung program tersebut. Semoga upaya kolaboratif ini dapat berkontribusi untuk mendorong transisi energi tidak hanya di Indonesia,” ungkapnya.

Acara yang berlangsung sejak tanggal 15-16 September 2023 di Hotel JS Luwansa Jakarta ini juga merupakan salah satu bagian dari rangkaian HUT Pertambangan dan Energi ke-78. PYC IEC tahun 2023 ini merupakan kegiatan konferensi energi internasional yang ke-4 yang telah rutin diadakan dua tahunan oleh PYC sejak tahun 2017.

Kegiatan konferensi ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di sektor energi skala lokal maupun internasional antara lain, mahasiswa, peneliti, ahli atau pakar energi, sektor swasta, dan perwakilan pemerintah. Para pemangku kepentingan tersebut hadir dalam rangka mendiskusikan isu-isu energi global, regional ASEAN, maupun tingkat lokal Indonesia.

Penulis : Adipatra Kenaro Wicaksana

Editor : Dinar Meidiana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UMJ Gandeng Monash University Gelar Diskusi Akademik

  Lecture Faculty of Education Monash University, Anne Keary, Ph.D., dalam acara diskusi akademik FIP UMJ, di Auditorium FIP, Kamis, (07/09/2023). (UMJ) menggelar diskusi akademik dengan tema  The Power of Play: English For Young Learnes.  Acara ini merupakan bentuk kerja sama antara UMJ dengan  Faculty of Education  Monash University Australia , yang dilaksanakan di Auditorium  Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UMJ , Kamis, (07/09/2023). Baca Juga :   Prodi Ilmu Politik Gelar Diskusi Bersama Komunitas Charlotte Mason Lecture Faculty of Education  Monash University, Anne Keary, Ph.D., sebagai  keynote speaker  menjelaskan sebanyak 21% rakyat Australia menggunakan bahasa yang berbeda-beda untuk berkomunikasi sesuai dengan lingkungan sekitar. Australia terdiri dari tiga budaya berbeda. Pada penelitiannya, Keary memaparkan bagaimana warga Australia mengajarkan komunikasi kepada anak-anak, salah satunya dengan cara bermain. Bermain menjadi ajan...

Yuk ! Kenalan dengan Sivitas Akademika Kampus

  Perguruan tinggi tentu berbeda dengan sekolah. Begitu juga dengan struktur kepemimpinan yang ada di dalamnya. Pada universitas tidak ada lagi sebutan guru, kepala sekolah, maupun wakil kepala sekolah. Agar tidak salah sebut, yuk kenali beberapa sebutan untuk pimpinan yang ada di universitas. Rektor Rektor merupakan pemimpin tertinggi di suatu universitas. Tugas rektor adalah bertanggung jawab untuk memantau seluruh sistem di universitas agar berjalan lancar. Segala citra dan reputasi kampus menjadi salah satu tugas Rektor untuk menampilkan figur representatif perguruan tinggi di mata publik. Seorang Rektor harus memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan. Dalam hal ini,  Universitas Muhammadiyah Jakarta  (UMJ) merupakan salah satu  Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah . Maka, Rektor harus sejalan dengan visi misi Muhammadiyah dan ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Wakil Rektor Seperti pemimpin pada umumnya, Rektor juga memiliki seorang wakil yang bi...

Diskusi Internasional ILPOL FISIP UMJ Bahas Soal Tantangan Uyghur di China

  Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMJ, Dr. Asep Setiawan (kanan) dan Direktur Eksekutif Center for Uyghur, Mr. Abdul Hakim Idris (kiri) saat diskusi tentang uyghur di Ruang Rapat FISIP UMJ., Rabu, (25/10/2023). Program Studi Ilmu Politik  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta  (ILPOL FISIP UMJ) menggelar forum diskusi internasional dengan tema  Uyghur Challenges in China and Beyond,  di Ruang Rapat FISIP UMJ, Rabu, (25/10/2023). Baca juga :  Langkah Menghadapi Islamophobia terhadap Uyghur di China Uyghur merupakan kelompok etnis muslim yang tersebar di China. Saat ini Uyghur tengah dihadapkan dengan tantangan di wilayah Xianjiang, Tiongkok, baik domestik maupun international yang kompleks dan beragam tentang pelanggaran hak asasi manusia dan diplomasi. Pelanggaran hak asasi manusia meliputi penganiayaan berdasarkan identitas orang uyghur yang dilarang menjalankan agama dengan bebas. Selain itu pembatasan dari berbagai aspek kehi...