Langsung ke konten utama

FIK dan FT Ikut Meriahkan Masa Ta’aruf Mahasiswa

 

Pembukaan Mastama Ortom UMJ 2023 di Kampus B (Cempaka Putih) pada Rabu, (20/9/23)

 
 

Organisasi Otonom Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) selenggarakan Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA) pada Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) hari ke-tiga bagi Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) dan Fakultas Teknik (FT) bertempat di kampus B UMJ, Cempaka Putih, Rabu (20/9/23).

Baca juga : Mahasiswa Baru ikuti Masa Ta’aruf ORTOM UMJ 2023

Sejumlah 396 Mahasiswa baru hadir dalam kegiatan tersebut dengan rincian 288 Mahasiswa baru FT dan 108 mahasiswa baru FIK. Turut hadir Wakil Rektor I UMJ, Dr. Muhammad Hadi, SKM., M.Kep., Ketua Pelaksana PKKMB UMJ 2023, Ir. Harwidyo Eko, ST., MT, Dekan FT UMJ Ir. Irfan Purnawan, S.T., M.Chem.Eng., Wadek I FIK UMJ, Dr. Yani Sofiani, M.Kep., Sp.KMB., Wadek II FIK UMJ, Ns. Titin Sutini, M.Kep., Sp.Kep.An., dan Wadek III FIK UMJ, Syamsul Anwar, SKM., M.Kep., Sp.Kep.Kom.

Hadi pun menyambut dan mengenalkan organisasi otonom kepada mahasiswa baru. “Masa Ta’aruf Mahasiswa ortom ini (bagi mahasiswa baru) adalah ajang untuk mengenalkan organisasi otonom Muhammadiyah. UMJ memiliki tiga (3) ortom (otonom), IMM, Tapak Suci, dan Hizbul Wathan,” jelas Hadi.

Pengenalan Ortom Muhammadiyah UMJ disebut dengan Mastama yakni Masa Ta’aruf Mahasiswa. Mastama digelar di dua tempat yakni Kampus A (Cirendeu) dan Kampus B (Cempaka Putih), menyesuaikan dengan lokasi gedung kampus. Keseluruhan mahasiswa baru yang terlibat kompak mengenakan busana bernuansa merah marun.

Kegiatan tersebut dikhususkan untuk pengenalan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah yang ada di lingkungan UMJ. Organisasi otonom Muhammadiyah yang terlibat di antaranya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Dekan FT UMJ, Ir. Irfan Purnawan, S.T., M.Chem.Eng yang memiliki latar belakang aktif di Ortom Muhammadiyah berbagi testimoni. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa baru jangan takut rugi untuk aktif di organisasi.

“Insyallah semua ini ada manfaatnya (mengikuti rangkaian kegiatan Masta Ortom). Ada tiga Ortom Muhammadiyah, IMM, Tapak Suci, dan HW. Sesuaikan minta kalian ingin bergabung kemana. Tidak rugi untuk ikut, kalian harus dapat ambil bagian menjadi kader Ortom Muhammadiyah. Dengan aktif berkegiatan, semakin banyak pengalaman yang didapat dan jaringan yang terbentuk. ” ungkap Irfan.

Lebih lanjut, Irfan menegaskan bahwa saat ini kegiatan non akademik mendapatkan dukungan dari Mendikbud sehingga bisa dikonversikan ke dalam Satuan Kredit Semester (SKS). “Ini adalah sebuah kelebihan, jika kalian punya prestasi dan kegiatan di luar (non akademik) itu bisa dikonversi menjadi SKS. Tidak rugi untuk mengikuti semua kegiatan, semakin banyak pengalaman dan potensi kalian,” pungkas Irfan.

Dalam sesi lain, Muhammad Zikri Ketua Pelaksana Masta Ortom melihat mahasiswa baru sangat antusias dan menyerukan untuk turut andil dalam organisasi ortom yang dimiliki oleh UMJ. “Mahasiswa Baru sangat antusias, terlihat dari pagi hari sudah siap dan berkumpul. Harapannya mereka bisa turut andil setelah acara Masta Ortom dan membuka pola pikir mereka tentang organisasi,” jelas Zikri.

Masta Ortom diteruskan dengan proses pengenalan Organisasi Ortom Muhammadiyah kepada Fakultas masing-masing untuk keberlanjutan acara ini.

Editor : Dian Fauzalia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UMJ Gandeng Monash University Gelar Diskusi Akademik

  Lecture Faculty of Education Monash University, Anne Keary, Ph.D., dalam acara diskusi akademik FIP UMJ, di Auditorium FIP, Kamis, (07/09/2023). (UMJ) menggelar diskusi akademik dengan tema  The Power of Play: English For Young Learnes.  Acara ini merupakan bentuk kerja sama antara UMJ dengan  Faculty of Education  Monash University Australia , yang dilaksanakan di Auditorium  Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UMJ , Kamis, (07/09/2023). Baca Juga :   Prodi Ilmu Politik Gelar Diskusi Bersama Komunitas Charlotte Mason Lecture Faculty of Education  Monash University, Anne Keary, Ph.D., sebagai  keynote speaker  menjelaskan sebanyak 21% rakyat Australia menggunakan bahasa yang berbeda-beda untuk berkomunikasi sesuai dengan lingkungan sekitar. Australia terdiri dari tiga budaya berbeda. Pada penelitiannya, Keary memaparkan bagaimana warga Australia mengajarkan komunikasi kepada anak-anak, salah satunya dengan cara bermain. Bermain menjadi ajan...

Yuk ! Kenalan dengan Sivitas Akademika Kampus

  Perguruan tinggi tentu berbeda dengan sekolah. Begitu juga dengan struktur kepemimpinan yang ada di dalamnya. Pada universitas tidak ada lagi sebutan guru, kepala sekolah, maupun wakil kepala sekolah. Agar tidak salah sebut, yuk kenali beberapa sebutan untuk pimpinan yang ada di universitas. Rektor Rektor merupakan pemimpin tertinggi di suatu universitas. Tugas rektor adalah bertanggung jawab untuk memantau seluruh sistem di universitas agar berjalan lancar. Segala citra dan reputasi kampus menjadi salah satu tugas Rektor untuk menampilkan figur representatif perguruan tinggi di mata publik. Seorang Rektor harus memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan. Dalam hal ini,  Universitas Muhammadiyah Jakarta  (UMJ) merupakan salah satu  Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah . Maka, Rektor harus sejalan dengan visi misi Muhammadiyah dan ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Wakil Rektor Seperti pemimpin pada umumnya, Rektor juga memiliki seorang wakil yang bi...

Diskusi Internasional ILPOL FISIP UMJ Bahas Soal Tantangan Uyghur di China

  Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMJ, Dr. Asep Setiawan (kanan) dan Direktur Eksekutif Center for Uyghur, Mr. Abdul Hakim Idris (kiri) saat diskusi tentang uyghur di Ruang Rapat FISIP UMJ., Rabu, (25/10/2023). Program Studi Ilmu Politik  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta  (ILPOL FISIP UMJ) menggelar forum diskusi internasional dengan tema  Uyghur Challenges in China and Beyond,  di Ruang Rapat FISIP UMJ, Rabu, (25/10/2023). Baca juga :  Langkah Menghadapi Islamophobia terhadap Uyghur di China Uyghur merupakan kelompok etnis muslim yang tersebar di China. Saat ini Uyghur tengah dihadapkan dengan tantangan di wilayah Xianjiang, Tiongkok, baik domestik maupun international yang kompleks dan beragam tentang pelanggaran hak asasi manusia dan diplomasi. Pelanggaran hak asasi manusia meliputi penganiayaan berdasarkan identitas orang uyghur yang dilarang menjalankan agama dengan bebas. Selain itu pembatasan dari berbagai aspek kehi...