Langsung ke konten utama

FH UMJ Gelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat Angkatan 12

 

Dr. Dwi Putri Cahyawati, MH. (tengah), M. Rusdi Daud, SH., MH. (tengah kiri), Tubagus Heru Dharma Wijaya, SH.,MH. (tengah kanan), bersama peserta PKPA FH UMJ Angkatan 12 di Aula FH UMJ, Sabtu (07/10/2023).


Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (FH UMJ) selenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan ke 12 pada Oktober 2023. Pendidikan yang digelar bagi Sarjana Hukum ini dilaksanakan secara daring setiap akhir pekan sebanyak delapan kali pertemuan.


Baca juga : FH UMJ Kerja Sama dengan Kantor Pengadilan Agama Jakarta Barat


Bekerja sama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), PKPA FH UMJ menyuguhkan materi-materi yang bermuatan praktis dan empiris dibimbing oleh para ahli dan praktisi di bidang hukum. Ketua Pelaksana Tubagus Heru Dharma Wijaya, SH.,MH., menyatakan bahwa PKPA FH UMJ berupaya untuk memberikan ruang bagi Sarjana Hukum yang ingin fokus pada profesi advokat.


Sederet nama menjadi pembicara dalam PKPA FH UMJ, mulai dari Prof. Dr. Zainal Arifin Hoesein, SH., MH. (Akademisi/Ketua Basyarnas), Dr. Chairul Huda, MH. (Dosen FH UMJ/ Ahli Hukum Pidana), Prof. Dr. Ibnu Sina Chandranegara, SH.,MH. (Dosen FH UMJ/Ahli Hukum Tata Negara), dan lain-lain.


PKPA menjadi salah satu tahap penting bagi calon advokat karena sertifikat kelulusan PKPA adalah prasyarat utama untuk mengikuti Ujian Profesi Advokat. Tubagus menerangkan bahwa materi-materi yang disuguhkan selama PKPA adalah bahan yang dapat dipelajari untuk mengisi soal-soal Ujian Profesi Advokat.


“Isu hukum selalu berkembang dan selalu ada bentuk baru. Maka isu-isu itu akan menjadi topik pembahasan materi yang dilihat dari berbagai perspektif misalnya hukum acara dan hak asasi manusia. Satu lagi, karena ini di UMJ maka materi tidak lepas dari nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan,” ungkap Tubagus saat dimintai keterangan pada Senin (16/10/2023).


Materi-materi yang dipelajari para peserta PKPA berkaitan dengan kode etik advokat, pendapat hukum dan uji kepatutan dari segi hukum, hukum acara persaingan usaha, hukum acara peradilan agama, dan lain-lain. PKPA dibuka pada 7 Oktober oleh Wakil Ketua Umum PERADI Dr. Shalih Mangara Sitompul, SH., MH. Hadir pula Dekan FH UMJ Dr. Dwi Putri Cahyawati, MH., dan Wakil Dekan II M. Rusdi Daud, SH., MH. 


Tercatat 20 orang mengikuti PKPA yang berasal dari beberapa wilayah yaitu Jabodetabek, Pulau Jawa, Palembang, dan Lampung. Tubagus berharap agar para peserta dapat mengikuti dengan seksama setiap pertemuan karena kehadiran merupakan salah satu indikator penilaian kelulusan. “Harapannya peserta PKPA mengikuti dengan fokus dan seksama, serta selanjutnya dapat mengikuti Ujian Profesi Advokat,” ungkapnya.


PKPA merupakan salah satu program atas disepakatinya kerja sama antara FH UMJ dengan PERADI sejak 2012. PKPA diselenggarakan setidaknya satu kali dalam setahun, bahkan pernah sampai dua kali dalam setahun. PKPA Angkatan12 ini dimulai pada 7 Oktober 2023 dan berakhir pada 28 Oktober 2023.  


Editor : Dian Fauzalia



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Prodi Ilkom UMJ Juara Favorit Duta Mahasiswa Anti Kekerasan 2023

  Dzaki Furqon (tengah), Mahasiswa Prodi Ilkom UMJ bersama Muara Wahyu Larasati (kedua dari kiri) Mahasiswa Universitas Yarsi saat menerima piagam Juara Favorit Duta Mahasiswa Anti Kekerasan DKI Jakarta tahun 2023 di Ruang Ballroom Luxury Inn Arion Hotel, Selasa (24/10/23). Dzaky Furqon, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Muhammadiyah Jakarta (FISIP UMJ), terpilih menjadi juara favorit dalam Grand Final Pemilihan Duta Mahasiswa Anti Kekerasan 2023 pada Selasa (24/10/2023). Baca juga : Mahasiswa Ilkom UMJ Raih Juara 2 Lomba Podcast Tingkat Nasional Dalam acara yang digelar di Luxury Inn Arion Hotel, Jakarta, Dzaky bersaing dengan 33 finalis lainnya yang berasal dari 18 Perguruan Tinggi di DKI Jakarta. Pada babak ini juri memilih 12 finalis terbaik untuk melaju ke babak grand final hingga akhirnya terpilih Juara 1, 2, 3, dan Juara Favorit. “Saya berterimakasih kepada UMJ yang telah mendukung saya dalam ajang pemil...

Diskusi Internasional ILPOL FISIP UMJ Bahas Soal Tantangan Uyghur di China

  Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMJ, Dr. Asep Setiawan (kanan) dan Direktur Eksekutif Center for Uyghur, Mr. Abdul Hakim Idris (kiri) saat diskusi tentang uyghur di Ruang Rapat FISIP UMJ., Rabu, (25/10/2023). Program Studi Ilmu Politik  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta  (ILPOL FISIP UMJ) menggelar forum diskusi internasional dengan tema  Uyghur Challenges in China and Beyond,  di Ruang Rapat FISIP UMJ, Rabu, (25/10/2023). Baca juga :  Langkah Menghadapi Islamophobia terhadap Uyghur di China Uyghur merupakan kelompok etnis muslim yang tersebar di China. Saat ini Uyghur tengah dihadapkan dengan tantangan di wilayah Xianjiang, Tiongkok, baik domestik maupun international yang kompleks dan beragam tentang pelanggaran hak asasi manusia dan diplomasi. Pelanggaran hak asasi manusia meliputi penganiayaan berdasarkan identitas orang uyghur yang dilarang menjalankan agama dengan bebas. Selain itu pembatasan dari berbagai aspek kehi...

Mahasiswa FKM UMJ Belajar Budidaya Magot

Mahasiswa SEMESTA FKM UMJ Belajar Budidaya Magot di Bank Sampah Cluster Serua Indah, Tangerang Selatan, Sabtu (26/08/2023). Mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Semi Otonom  SEMESTA  FKM  UMJ  (Seruan Mahasiswa Peduli Kesehatan  Fakultas Kesehatan Masyarakat   Universitas Muhammadiyah Jakarta ) belajar budidaya magot di Bank Sampah Cluster Serua Indah, Sabtu (26/08/2023). Kegiatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang budidaya magot ini, merupakan bagian dari rangkaian  Field Trip  yang diinisiasi Project Grup Penyehatan dan Penyelamatan Lingkungan SEMESTA FKM UMJ. Baca juga :  ERDAMS FKM Berikan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Siswa SMA Al-Syukro Universal Didampingi oleh penggerak Bank Sampah Cluster Serua Indah, mahasiswa berkeliling ke rumah warga untuk mengambil sampah yang telah dipilah menjadi sampah organik dan anorganik, kemudian ditimbang dan dilakukan pencatatan. Selanjutnya, mahasiswa memperoleh edukasi te...