Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada.
Selama berkhidmat di IDI, Adib berupaya melakukan kampanye-kampanye bagi dokter dan calon dokter tentang banyak hal. Salah satunya melalui program IDI Goes to Campus. Saat menyambangi berbagai kampus di seluruh wilayah Indonesia, Adib menyampaikan pada calon lulusan dokter muda untuk menyiapkan diri menatap masa depan kedokteran Indonesia.
“Para lulusan dokter muda harus meningkatkan kompetensi, tidak hanya dari sisi pengetahuan tapi juga jejaring, international sertification, dan kemampuan bahasa asing. Satu hal yang tidak kalah penting dokter harus tahu terkait regulasi masalah kesehatan sehingga tahu perkembangan regulasi pelayanan, pendidikan, dalam upaya meningkatkan kemampuan dan kualifikasi sebagai dokter. Dokter adalah profesi yang longlife learning, harus belajar seumur hidup,” kata Adib.
Menurut dokter lulusan Pendidikan Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi FK UI ini, IDI juga memiliki tanggung jawab dalam mendorong kemampuan SDM dokter yang dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholder mulai dari pemerintah dan lembaga pendidikan. Mahasiswa kedokteran, kata Adib, harus siap menghadapi globalisasi, tantangan dan kompetisi mengingat ada kemungkinan masuknya dokter dan tenaga kesehatan asing ke Indonesia.
Mengakhiri wawancara eksklusif, Adib berharap agar para dokter selalu menjaga kesolidan dan tetap berjamaah agar dapat menghadapi tantangan globalisasi, disrupsi kesehatan dan berbagai hal yang dapat memecah belah kesejawatan profesi. Tantangan dan masalah yang muncul menurut Adib tidak dapat diselesaikan secara individu melainkan berjamaah sebagaimana konsep berjamaah yang diyakininya.
“Inilah satu kelebihan yang kita dapatkan juga di fakultas kedokteran di kampus Islam seperti UMJ, dasar-dasar agama ditambah dengan dasar etik profesi akan menjadi fondasi kuat dan kolektif kolegial untuk menghadapi tantangan-tantangan,” kata dokter yang menyelesaikan studi Doktoral FK Universitas Hassanudin Makassar pada 2023 ini.
Pada peringatan Hari Dokter Indonesia yaitu hari didirikannya IDI, Adib dengan lugas mengatakan bahwa, “Bangga menjadi dokter Indonesia dan kita syiarkan pada seluruh pasien kita bahwa pasien harus memiliki kepercayaan pada kita sehingga muncul rasa bangga dilayani dokter Indonesia. Inilah satu upaya branding kampanye kami yaitu dokter Indonesia untuk rakyat Indonesia,” tegasnya.
Penulis : Dinar Meidiana
Editor : Tria Patrianti
Komentar
Posting Komentar