Langsung ke konten utama

Mengenal Istilah Akademik Bagi Mahasiswa Baru

 

Kamu mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Jakarta? Yuk kita simak beberapa istilah akademik yang harus kamu ketahui sebelum memulai perkuliahan.

Awal semester biasanya menjadi waktu untuk mahasiswa baru mengenal lingkungan kampus. Terlebih lagi, setiap kampus akan berlomba-lomba untuk membungkus kegiatan perkenalan yang menarik kepada mahasiswa baru. Istilah tersebut kita kenal dengan nama Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).

Setelah mengenal kehidupan kampus baik fasilitas, organisasi, tenaga pendidik, dan lingkungan kampus. Mahasiswa akan disibukkan dengan perkuliahan. Namun, selain persoalan kampus dan jurusan, mahasiswa baru juga perlu memahami ragam istilah akademik dalam dunia perkuliahan agar tidak kebingungan saat mendengarnya.

1. KRS

Istilah dunia perkuliahan pertama adalah KRS. KRS merupakan akronim dari Kartu Rencana Studi yaitu daftar mata kuliah yang dipilih oleh setiap mahasiswa untuk kegiatan perkuliahan selama satu semester. Tahu gak sih? Menentukan KRS disetiap semester penting untuk dilakukan loh, agar kamu bisa lulus tepat waktu.

2. SKS

Singkatan dari Satuan Kredit Semester ini sangat berkaitan dengan istilah sebelumnya. SKS yakni takaran waktu kegiatan studi mahasiswa pada setiap mata kuliah. Secara sederhana, SKS sama halnya dengan waktu belajar di setiap mata pelajaran yang kamu ikuti pada waktu SMA yang sudah disesuaikan dengan beban belajar dari masing-masing mata pelajaran selama satu semester. Setiap perguruan tinggi memiliki minimal dan maksimal jumlah SKS yang ditempuh. Dalam 1 semester, beban studi paling banyak yang bisa diambil adalah 24 SKS. Beban tersebut telah terbagi disetiap mata kuliah yang kalian pilih seperti 2 SKS, 3 SKS, 4 SKS, atau 6 SKS. Semakin besar jumlah SKS, maka akan besar juga jumlah waktu yang ditempuh untuk mata kuliah tersebut.

3. KHS

KHS merupakan singkatan dari Kartu Hasil Studi. Kartu Hasil Studi akan kamu dapatkan di akhir semester. Jika diibaratkan, KHS sama halnya seperti rapor yang terima murid setiap akhir semester pada jenjang pedidikan dini hingga menengah atas. Dari lembaran KHS itu, kamu akan mengetahui seberapa besar capaian perkuliahan selama satu semester. KHS ini juga akan menentukan saat nanti mengisi KRS, berapa banyak mata kuliah atau beban sks yang bisa kamu ambil untuk semester berikutnya. Jadi pergunakan waktu kuliahmu dengan baik, ya.

4. IPK

Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK ini merupakan bagian dari KHS. Seperti halnya di rapor saat SMA, IPK adalah nilai rata-rata yang didapatkan dari awal hingga akhir semester. IPK ini akan selalu berbeda disetiap semesternya, tergantung dari bobot hasil nilai mata kuliah yang dicapai. Pasti kamu pernah mendengar mahasiswa lulus dengan predikat cumlaude, magna cumlaude, ataupun summa cumlaude. Untuk predikat cumlaude mahasiswa harus memiliki IPK diatas 3,50-3,70, magna cumlaude diatas 3,79-3,99, dan summa cumlaude diatas 3,99 atau sempurna 4,00. Predikat tersebut didapatkan dari jumlah akumulasi penilaian awal hingga akhir mahasiswa.

5. IPS

IPS atau Indeks Prestasi Semester merupakan penilaian yang sangat berkaitan dengan IPK, IPS juga terletak di KHS. Berbeda dengan IPK yang merupakan nilai rata-rata dari awal hingga akhir semester, IPS adalah sistem penilaian yang dari semua nilai mata kulilah yang diambil dalam satu semester. Perbedaanya, IPS hanya menggambarkan hasil satu semester saja. IPS juga akan mempengaruhi berapa jumlah SKS yang boleh diambil selama satu semester. Biasanya IPS akan muncul dengan predikat nilai A, B, C, D, dan E. Dari masing-masing predikat itu memiliki bobot nilai yang berbeda. Bobot A bernilai 4, B bernilai 3, C bernilai 2, D bernilai 1, dan E bernilai 0.

6. Transkrip Nilai

Terakhir, untuk istilah yang perlu kalian ketahui adalah Transkrip nilai. Transkrip nilai merupakan koleksi nilai mata kuliah yang sudah kalian ambil disetiap semesternya.

Penulis : Fazri Maulana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diskusi Internasional ILPOL FISIP UMJ Bahas Soal Tantangan Uyghur di China

  Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMJ, Dr. Asep Setiawan (kanan) dan Direktur Eksekutif Center for Uyghur, Mr. Abdul Hakim Idris (kiri) saat diskusi tentang uyghur di Ruang Rapat FISIP UMJ., Rabu, (25/10/2023). Program Studi Ilmu Politik  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta  (ILPOL FISIP UMJ) menggelar forum diskusi internasional dengan tema  Uyghur Challenges in China and Beyond,  di Ruang Rapat FISIP UMJ, Rabu, (25/10/2023). Baca juga :  Langkah Menghadapi Islamophobia terhadap Uyghur di China Uyghur merupakan kelompok etnis muslim yang tersebar di China. Saat ini Uyghur tengah dihadapkan dengan tantangan di wilayah Xianjiang, Tiongkok, baik domestik maupun international yang kompleks dan beragam tentang pelanggaran hak asasi manusia dan diplomasi. Pelanggaran hak asasi manusia meliputi penganiayaan berdasarkan identitas orang uyghur yang dilarang menjalankan agama dengan bebas. Selain itu pembatasan dari berbagai aspek kehi...

Mahasiswa FTAN UMJ Melaju Final KEJURNAS Yamaha di Mandalika

eza Firdaus seusai babak Kualifikasi Kejuaraan Nasional Yamaha Sunday 2023, di Sirkuit Mandalika, NTB, 19-20 Agustus 2023. Reza Firdaus, mahasiswa  Fakultas Pertanian   Universitas Muhammadiyah Jakarta  (FTAN  UMJ ) sukses melaju ke Seri Final KEJURNAS (Kejuaraan Nasional) Yamaha Sunday 2023. Reza berhasil mengumpulkan sebanyak 35 poin atas kemenangannya di babak kualifikasi yang digelar di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, 19-20 Agustus 2023. Baca juga :  Mahasiswa FTAN UMJ Sabet Juara Umum KEJURNAS di Sentu l Mahasiswa Program Studi Agroteknologi ini berhasil mengumpulkan 35 poin dari pertarungan sengit di babak kualifikasi. Reza berada podium 3 pada  rac e  pertama, kemudian pada  race  kedua lebih baik lagi di podium 2. Reza mewakili DKI Jakarta bertarung dengan 14 pembalap lainnya yang berasal dari Bali, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan NTT. Setelah babak kualifikasi, Reza akan kembali mengaspal di Seri Final p...

FKK UMJ Gelar Kuliah Umum Pendidikan Interprofesi

  kiri ke kanan, Guru Besar FK UI Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha, M.Sc, Sp.GK., Guru Besar Bidang Ilmu Kebidanan Unisa Yogyakarta Prof. Dr. Mufdilah, S.SiT., M.Sc., Guru Besar FK UI Prof. DR. Dr. Endang Sri Murtiningsih Basuki, MPH., dan dosen Prodi Kedokteran FKK UMJ dr. Gladys Dwiani Tinovella Tubarad, M.Pd.Ked saat sesi diskusi dalam Kuliah Umum Pendidikan Interprofesi di Aula Dr. Syafri Guricci FKK UMJ, Rabu, (18/10/2023). Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) menggelar kuliah umum pendidikan interprofesi yang diikuti oleh mahasiswa FKK UMJ dari berbagai lintas prodi di Aula Dr. Syafri Guricci FKK UMJ, secara hybrid, Rabu, (18/10/2023). Baca juga : FKK UMJ Angkat Isu Stroke dalam Seminar Internasional Mengusung tema “Komunikasi dalam Pendidikan Interprofesional”, kuliah umum ini merupakan salah satu bentuk penerapan pendidikan Interprofesional di FKK UMJ sebagai istrategi untuk meningkatkan koordinasi antara pemberi pelayan...