Langsung ke konten utama

Cebba: UMJ Jadi Kampus Pertama Terapkan IKU di PTMA

 

Badan Pimpinan Harian Universitas Muhammadiyah Jakarta, Drs. Abdul Cebba, AK., M.BA., CA., CPA., saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan IKU pimpinan di Auditorium Fakultas Pendidikan, Kamis, (14/09/2023).

 menyampaikan bahwa UMJ menjadi kampus pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) yang menerapkan Indeks Kinerja Utama (IKU). Hal ini disampaikan Cebba dalam acara penandatanganan IKU di Auditorium Fakultas Ilmu Pendidikan, Kamis (14/09/2023).

Baca juga : UMJ Lakukan Penandatanganan IKU Pimpinan Periode 2023-2024

“IKU di UMJ ini akan menjadi model atau rujukan untuk seluruh PTMA. Sistem ini akan mengedepankan tata kelola dan target-target yang luar biasa. Tentunya, hal itu terkait dengan kinerja setiap Sumber Daya Manusia (SDM) dan utamanya lagi, kinerja perguruan tinggi untuk dicapai oleh setiap unit,” jelas Cebba saat ditemui diakhir acara penandatanganan IKU.

IKU merupakan dasar individu dalam berkinerja mulai rektor, wakil rektor, pimpinan di lingkungan rektorat maupun fakultas. Dalam penerapan IKU akan terlihat pencapaian dalam satu tahun dan dapat menjadi bahan evaluasi .

Menurut Cebba, keberhasilan IKU harus dicapai dengan menurunkannya kepada seluruh pimpinan di UMJ. “Harapannya adalah bagaimana mendorong ketercapaian baik IKU yang dituangkan dari PP Muhammadiyah, maupun untuk rencana strategis, termasuk visi-misi UMJ,” tambah Cebba.

Lebih lanjut, Cebba menjelaskan bahwa perlu dibangun kebersamaan dalam rangkai mencapai IKU. Karena, IKU ini merupakan sistem modern yang sudah dibangun di perguruan tinggi lainnya. “Oleh karena itu, UMJ adalah kampus pertama yang menjalankan sistem ini di lingkungan PTMA, sehingga kita bisa menuju world class university, termasuk membangun peradaban modern yang islami,” ungkap Cebba.

Terakhir, ia menegaskan semua yang dibangun ini merupakan untuk kebaikan UMJ bukan untuk kepentingan pribadi. Ia juga berharap bahwa program ini menjadi budaya sehingga setiap pimpinan dituntut memberikan kontribusi demi kemajuan UMJ.

Editor : Tria Patrianti

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UMJ Gandeng Monash University Gelar Diskusi Akademik

  Lecture Faculty of Education Monash University, Anne Keary, Ph.D., dalam acara diskusi akademik FIP UMJ, di Auditorium FIP, Kamis, (07/09/2023). (UMJ) menggelar diskusi akademik dengan tema  The Power of Play: English For Young Learnes.  Acara ini merupakan bentuk kerja sama antara UMJ dengan  Faculty of Education  Monash University Australia , yang dilaksanakan di Auditorium  Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UMJ , Kamis, (07/09/2023). Baca Juga :   Prodi Ilmu Politik Gelar Diskusi Bersama Komunitas Charlotte Mason Lecture Faculty of Education  Monash University, Anne Keary, Ph.D., sebagai  keynote speaker  menjelaskan sebanyak 21% rakyat Australia menggunakan bahasa yang berbeda-beda untuk berkomunikasi sesuai dengan lingkungan sekitar. Australia terdiri dari tiga budaya berbeda. Pada penelitiannya, Keary memaparkan bagaimana warga Australia mengajarkan komunikasi kepada anak-anak, salah satunya dengan cara bermain. Bermain menjadi ajan...

Yuk ! Kenalan dengan Sivitas Akademika Kampus

  Perguruan tinggi tentu berbeda dengan sekolah. Begitu juga dengan struktur kepemimpinan yang ada di dalamnya. Pada universitas tidak ada lagi sebutan guru, kepala sekolah, maupun wakil kepala sekolah. Agar tidak salah sebut, yuk kenali beberapa sebutan untuk pimpinan yang ada di universitas. Rektor Rektor merupakan pemimpin tertinggi di suatu universitas. Tugas rektor adalah bertanggung jawab untuk memantau seluruh sistem di universitas agar berjalan lancar. Segala citra dan reputasi kampus menjadi salah satu tugas Rektor untuk menampilkan figur representatif perguruan tinggi di mata publik. Seorang Rektor harus memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan. Dalam hal ini,  Universitas Muhammadiyah Jakarta  (UMJ) merupakan salah satu  Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah . Maka, Rektor harus sejalan dengan visi misi Muhammadiyah dan ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Wakil Rektor Seperti pemimpin pada umumnya, Rektor juga memiliki seorang wakil yang bi...

Diskusi Internasional ILPOL FISIP UMJ Bahas Soal Tantangan Uyghur di China

  Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMJ, Dr. Asep Setiawan (kanan) dan Direktur Eksekutif Center for Uyghur, Mr. Abdul Hakim Idris (kiri) saat diskusi tentang uyghur di Ruang Rapat FISIP UMJ., Rabu, (25/10/2023). Program Studi Ilmu Politik  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta  (ILPOL FISIP UMJ) menggelar forum diskusi internasional dengan tema  Uyghur Challenges in China and Beyond,  di Ruang Rapat FISIP UMJ, Rabu, (25/10/2023). Baca juga :  Langkah Menghadapi Islamophobia terhadap Uyghur di China Uyghur merupakan kelompok etnis muslim yang tersebar di China. Saat ini Uyghur tengah dihadapkan dengan tantangan di wilayah Xianjiang, Tiongkok, baik domestik maupun international yang kompleks dan beragam tentang pelanggaran hak asasi manusia dan diplomasi. Pelanggaran hak asasi manusia meliputi penganiayaan berdasarkan identitas orang uyghur yang dilarang menjalankan agama dengan bebas. Selain itu pembatasan dari berbagai aspek kehi...