Langsung ke konten utama

Memanfaatkan Lahan Sempit Untuk Tanaman Pangan

 


Lahan sempit di sekitar rumah ternyata dapat dimanfaatkan untuk memproduksi tanaman pangan . Selain tidak memerlukan banyak media tanam, juga dapat mengurangi biaya rumah tangga. Yang lebih penting lagi, kita dapat menghasilkan bahan pangan tanpa membelinya di pasar.

Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ir. Sularno, M.Si., memberikan serangkaian tips untuk memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah , salah satunya melalui tabulampot.

Tabulampot atau tanaman buah dalam pot adalah istilah yang digunakan Sularno, untuk menjelaskan jenis-jenis tanaman pangan yang mudah ditanam dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah. Penggunaan media-media sederhana seperti pot, ember, dan polybag merupakan cara yang dapat dilakukan guna mengurangi limbah rumah tangga.

Tanaman edamame atau bisa disebut kedelai jepang merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang dapat ditanam di pekarangan sempit tanpa memerlukan biaya yang besar, namun tetap memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Dalam kurun waktu 60 hari, edamame sudah siap untuk dipanen. Media yang digunakan untuk menanam edamame pun cukup sederhana. Dengan menggunakan tanah atau sampah organik yang ada disekitar, kemudian dapat diolah menjadi pupuk kompos sebagai media tanam.

Adapun jenis tabulampot lainnya yang mudah ditanam di pekarangan rumah diantaranya, jeruk limau, cabai, terong, selada, tomat dan lain-lain.

Selain jenis tanaman pangan yang dapat ditanam di pekarangan rumah. Sularno menyampaikan bahwasannya tanaman  hias adalah salah satu bagian dari urban farming yang digunakan di sekitar pekarangan rumah. Selain menjaga ekosistem lingkungan, penggunaan pot yang minimalis pada tanaman hias sekalipun dapat menambah nilai estetika pekarangan rumah.

Diiringi perawatan yang rutin dan baik, Sularno juga menjelaskan beberapa tips dalam merawat tanaman. Setiap tanaman tentunya memiliki kriteria masing-masing, ada tanaman yang memerlukan banyak air, ada pula tanaman yang memerlukan air secukupnya. Dengan penggunaan pupuk yang cukup dan penyiraman air yang rutin, maka tanaman tidak akan mengalami suatu hambatan.

“Perubahan penampilan tanaman bisa dilihat melalui medianya, kalau media yang digunakan sudah padat, maka dapat ditambahkan pupuknya atau diganti medianya,” ujar Sularno.

Lebih lanjut Sularno menyampaikan bahwa tanaman layaknya manusia yang membutuhkan nutrisi. “Tanaman kalau kurang air akan layu, sebaliknya jika pemenuhan unsur hara yang cukup terhadap tanaman, maka tanaman akan bertumbuh dengan baik,” jelas Sularno.

Menutup pembicaraan, Sularno menuturkan cara  efektif yang dapat dilakukan dalam pembasmian hama terhadap tanaman, yaitu dengan menggunakan bawang merah yang dihaluskan, kemudian dicampurkan dengan air dan setelah itu disemprotkan pada bagian daun tanaman.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diskusi Internasional ILPOL FISIP UMJ Bahas Soal Tantangan Uyghur di China

  Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMJ, Dr. Asep Setiawan (kanan) dan Direktur Eksekutif Center for Uyghur, Mr. Abdul Hakim Idris (kiri) saat diskusi tentang uyghur di Ruang Rapat FISIP UMJ., Rabu, (25/10/2023). Program Studi Ilmu Politik  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta  (ILPOL FISIP UMJ) menggelar forum diskusi internasional dengan tema  Uyghur Challenges in China and Beyond,  di Ruang Rapat FISIP UMJ, Rabu, (25/10/2023). Baca juga :  Langkah Menghadapi Islamophobia terhadap Uyghur di China Uyghur merupakan kelompok etnis muslim yang tersebar di China. Saat ini Uyghur tengah dihadapkan dengan tantangan di wilayah Xianjiang, Tiongkok, baik domestik maupun international yang kompleks dan beragam tentang pelanggaran hak asasi manusia dan diplomasi. Pelanggaran hak asasi manusia meliputi penganiayaan berdasarkan identitas orang uyghur yang dilarang menjalankan agama dengan bebas. Selain itu pembatasan dari berbagai aspek kehi...

Mahasiswa FTAN UMJ Melaju Final KEJURNAS Yamaha di Mandalika

eza Firdaus seusai babak Kualifikasi Kejuaraan Nasional Yamaha Sunday 2023, di Sirkuit Mandalika, NTB, 19-20 Agustus 2023. Reza Firdaus, mahasiswa  Fakultas Pertanian   Universitas Muhammadiyah Jakarta  (FTAN  UMJ ) sukses melaju ke Seri Final KEJURNAS (Kejuaraan Nasional) Yamaha Sunday 2023. Reza berhasil mengumpulkan sebanyak 35 poin atas kemenangannya di babak kualifikasi yang digelar di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, 19-20 Agustus 2023. Baca juga :  Mahasiswa FTAN UMJ Sabet Juara Umum KEJURNAS di Sentu l Mahasiswa Program Studi Agroteknologi ini berhasil mengumpulkan 35 poin dari pertarungan sengit di babak kualifikasi. Reza berada podium 3 pada  rac e  pertama, kemudian pada  race  kedua lebih baik lagi di podium 2. Reza mewakili DKI Jakarta bertarung dengan 14 pembalap lainnya yang berasal dari Bali, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan NTT. Setelah babak kualifikasi, Reza akan kembali mengaspal di Seri Final p...

FKK UMJ Gelar Kuliah Umum Pendidikan Interprofesi

  kiri ke kanan, Guru Besar FK UI Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha, M.Sc, Sp.GK., Guru Besar Bidang Ilmu Kebidanan Unisa Yogyakarta Prof. Dr. Mufdilah, S.SiT., M.Sc., Guru Besar FK UI Prof. DR. Dr. Endang Sri Murtiningsih Basuki, MPH., dan dosen Prodi Kedokteran FKK UMJ dr. Gladys Dwiani Tinovella Tubarad, M.Pd.Ked saat sesi diskusi dalam Kuliah Umum Pendidikan Interprofesi di Aula Dr. Syafri Guricci FKK UMJ, Rabu, (18/10/2023). Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) menggelar kuliah umum pendidikan interprofesi yang diikuti oleh mahasiswa FKK UMJ dari berbagai lintas prodi di Aula Dr. Syafri Guricci FKK UMJ, secara hybrid, Rabu, (18/10/2023). Baca juga : FKK UMJ Angkat Isu Stroke dalam Seminar Internasional Mengusung tema “Komunikasi dalam Pendidikan Interprofesional”, kuliah umum ini merupakan salah satu bentuk penerapan pendidikan Interprofesional di FKK UMJ sebagai istrategi untuk meningkatkan koordinasi antara pemberi pelayan...