| Tim Shankara FT-UMJ, 14 Agustus 2023. |
Mahasiswa yang
tergabung dalam Komunitas Shankara Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melaju ke babak
final Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2023 dan bersaing dengan mahasiswa
dari perguruan tinggi se-Indonesia. Dalam perlombaan yang digelar oleh Pusat Prestasi Nasional
Kemendikbud RI ini, Shankara FT UMJ selalu masuk babak final
sejak tahun 2018.
Baca juga : Dosen FT UMJ Jadi Asesor Uji
Kompetensi Sertifikasi SKK-K3
Pada ajang ini
tim KRTI FT-UMJ mengutus dua divisi. Yang pertama adalah Racing Plane dengan
nama Elang Batavia, beranggotakan Muhammad Fathur Rizki (Teknik Industri),
Muhammad Imam Najib (Teknik informatika), Syahara Avivah (Teknik indusri).
Divisi kedua adalah Technological
Development bernama Jalak Batavia, beranggotakan Ilham Gilang
Permana (Teknik Elektro), Syamil Abdul Qohar (Teknik Kimia), Nur Shahnas
(Teknik Industri).
Keduanya
merupakan tim inti yang akan berjuang di babak final pada 22 hingga 27 September
2023 mendatang di Lampung.
Para mahasiswa
ini telah mengikuti rangkaian seleksi perlombaan yang berlangsung sejak 18
April 2023. Proses seleksi dilakukan mulai dari proposal dan seleksi wilayah.
Selanjutnya, robot terbang hasil karya tim Shankara melewati pengujian untuk
memastikan kelayakan agar bisa diikutsertakan dalam perlombaan.
Ketua Umum
Shankara FT UMJ, Muhammad Rizal Alfikri (Teknik Sipil), turut terlibat
memberikan pengarahan pada anggotanya yang mengikuti perlombaan. Rizal yang
sebelumnya pernah mengikuti perlombaan selama tiga kali dalam kurun waktu tiga
tahun ini membagikan konsep dan strategi yang dapat diadopsi untuk lomba KRTI
tahun 2023 ini.
“Berkompetisi
dengan kampus terbaik se-Indonesia menjadi suatu tantangan besar bagi kami, tapi
inilah yang memicu kami untuk terus berlatih dan lebih semangat dalam
mengembangkan segala kemampuan,” ungkap Rizal dengan penuh semangat.
Dosen pembimbing
KRTI, Yana Adharani, M.Kom., antusias membimbing anggota tim Shankara dalam
berkompetisi. Yana kerap kali mengingatkan kepada tim untuk selalu teliti dan
disiplin ketika pengecekan barang ataupun pembuatan wahana, karena menurutnya
sedikit saja kesalahan itu dapat bersifat fatal.
Yana berpesan
pada tim agar memiliki mental tangguh, konsisten, disiplin, teliti, dan kemauan
untuk terus belajar. Yana mengungkapkan rasa syukur karena menurutnya tim
Shankara memiliki daya juang dan dedikasi tinggi.
“Kami bersyukur
dengan adanya keterlibatan dari para alumni dengan dikomandoi oleh Bapak
Rojiwanudin, selalu memberikan dukungan dan arahan, terutama dalam
riset pengembangan pesawat tanpa awak untuk persiapan KRTI ini,” ujar
Yana.
Jurnalis: Imam
Najib (Mahasiswa Teknik Informatika FT-UMJ
Editor: Tria Patrianti
Komentar
Posting Komentar