Langsung ke konten utama

Rektor UMJ : Tambahan Guru Besar Akan Dukung Raih Akreditasi Unggul

 

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., saat memberikan sambutan pada acara pengukuhan Guru Besar UMJ di Auditorium Syafri Guricci, Selasa, (26/09/2023).

 
 

Universitas Muhammadiyah Jakarta kembali mengukuhkan dua guru besar yaitu Prof. Dr. Iswan, S.E., M.Si., dalam bidang Ilmu Administrasi Manajemen Pendidikan dan Prof. Dr. Evi Satispi, M.Si., bidang Ilmu Administrasi Publik yang masing-masing merupakan guru besar ke 18 dan 19 yang dimiliki oleh UMJ.

Baca juga : Dua Dekan UMJ Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

“Alhamdulillah pagi hari ini kita telah menyaksikan pengukuhan guru besar yang ke-18 dan 19, saya sangat bangga dan ini tentu prestasi luar biasa yang saya kira perlu ditiru dosen lainnya,” Hal ini disampaikan oleh Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., saat menyampaikan sambutannya dalam upacara pengukuhan guru besar pada Selasa, (26/09/2023) di Auditorium Syafrii Guricci FKK UMJ.

Ma’mun menyebut saat ini ada 7 Lektor Kepala yang sedang berproses menjadi Guru Besar dan dapat membantu menuju Akreditasi Universitas mencapai unggul. Sementara Ketua Badan Pembina Harian UMJ, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menambahakan bahwa UMJ harus bergerak menuju internalisasi. ” Saya kira ini semangat Pak Rektor untuk UMJ menuju unggul. Berdasarkan banyaknya guru besar yang telah dimiliki oleh UMJ, sudah saatnya bagi UMJ untuk memiliki kelas internasional dengan memiliki sumber daya insani yang unggul dan akses yang terbuka luas,” pungkas Mu’ti.

“Sekolah internasional merupakan upaya kita di Muhammadiyah untuk melakukan internalisasi Muhammadiyah dan mainstreaming gagasan Islam berkemajuan di tingkat nasional maupun internasional,” sambung Mu’ti.

Editor : Dian Fauzalia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UMJ Gandeng Monash University Gelar Diskusi Akademik

  Lecture Faculty of Education Monash University, Anne Keary, Ph.D., dalam acara diskusi akademik FIP UMJ, di Auditorium FIP, Kamis, (07/09/2023). (UMJ) menggelar diskusi akademik dengan tema  The Power of Play: English For Young Learnes.  Acara ini merupakan bentuk kerja sama antara UMJ dengan  Faculty of Education  Monash University Australia , yang dilaksanakan di Auditorium  Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UMJ , Kamis, (07/09/2023). Baca Juga :   Prodi Ilmu Politik Gelar Diskusi Bersama Komunitas Charlotte Mason Lecture Faculty of Education  Monash University, Anne Keary, Ph.D., sebagai  keynote speaker  menjelaskan sebanyak 21% rakyat Australia menggunakan bahasa yang berbeda-beda untuk berkomunikasi sesuai dengan lingkungan sekitar. Australia terdiri dari tiga budaya berbeda. Pada penelitiannya, Keary memaparkan bagaimana warga Australia mengajarkan komunikasi kepada anak-anak, salah satunya dengan cara bermain. Bermain menjadi ajan...

Yuk ! Kenalan dengan Sivitas Akademika Kampus

  Perguruan tinggi tentu berbeda dengan sekolah. Begitu juga dengan struktur kepemimpinan yang ada di dalamnya. Pada universitas tidak ada lagi sebutan guru, kepala sekolah, maupun wakil kepala sekolah. Agar tidak salah sebut, yuk kenali beberapa sebutan untuk pimpinan yang ada di universitas. Rektor Rektor merupakan pemimpin tertinggi di suatu universitas. Tugas rektor adalah bertanggung jawab untuk memantau seluruh sistem di universitas agar berjalan lancar. Segala citra dan reputasi kampus menjadi salah satu tugas Rektor untuk menampilkan figur representatif perguruan tinggi di mata publik. Seorang Rektor harus memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan. Dalam hal ini,  Universitas Muhammadiyah Jakarta  (UMJ) merupakan salah satu  Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah . Maka, Rektor harus sejalan dengan visi misi Muhammadiyah dan ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Wakil Rektor Seperti pemimpin pada umumnya, Rektor juga memiliki seorang wakil yang bi...

Diskusi Internasional ILPOL FISIP UMJ Bahas Soal Tantangan Uyghur di China

  Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMJ, Dr. Asep Setiawan (kanan) dan Direktur Eksekutif Center for Uyghur, Mr. Abdul Hakim Idris (kiri) saat diskusi tentang uyghur di Ruang Rapat FISIP UMJ., Rabu, (25/10/2023). Program Studi Ilmu Politik  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta  (ILPOL FISIP UMJ) menggelar forum diskusi internasional dengan tema  Uyghur Challenges in China and Beyond,  di Ruang Rapat FISIP UMJ, Rabu, (25/10/2023). Baca juga :  Langkah Menghadapi Islamophobia terhadap Uyghur di China Uyghur merupakan kelompok etnis muslim yang tersebar di China. Saat ini Uyghur tengah dihadapkan dengan tantangan di wilayah Xianjiang, Tiongkok, baik domestik maupun international yang kompleks dan beragam tentang pelanggaran hak asasi manusia dan diplomasi. Pelanggaran hak asasi manusia meliputi penganiayaan berdasarkan identitas orang uyghur yang dilarang menjalankan agama dengan bebas. Selain itu pembatasan dari berbagai aspek kehi...