Langsung ke konten utama

Pengurus Lembaga Mahasiswa FAI UMJ Resmi Dilantik

 

Pelantikan Kelembagaan Mahasiswa FAI UMJ di Auditorium KH. Mas Mansoer, Rabu (17/10/23)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (FAI UMJ) melantik pengurus lembaga mahasiswa FAI di Auditorium KH. Mas Mansoer, Rabu (18/10/23). Pelantikan ini dilaksanakan setelah stadium general bertajuk Rekonstruksi Organisasi Mahasiswa Demi Terciptanya Kepemimpinan Yang Inklusif.

Baca juga : Workshop Mahasiwa FAI Sebelum Turun Pengenalan Lapangan Persekolahan

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar, SH., M.A. Haris menganalogikan kelembagaan mahasiswa seperti jantung. Jika, organ ini tidak berfungsi maka gerakan mahasiswa akan mati.

“Kegiatan ini sangat penting. Kelembagaan menjadi jantung dalam gerakan mahasiswa, karena membuka ruang diskusi yang menjadi bahan untuk gerakan mahasiswa lebih aktif,” ungkap Haris.  Lebih lanjut, Haris menjelaskan bawa Muhammadiyah merupakan tempat lahirnya para pemikir bangsa. Ia berharap semua civitas akademika UMJ dapat mengikuti gerakan intelektualitas tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan III FAI UMJ, Nurhadi, M.A., berharap kelembagaan FAI UMJ mempunyai gerakan yang berdampak kepada masyarakat dan Universitas. Menurutnya, kelembagaan berakar dimasyarakat dan akan kembali kepada masyarakat.

“Kelembagaan harus dinamis mempunyai koneksi dengan internal maupun eksternal sehingga berdampak luas. Kita harus kembalikan kelembagaan ke tengah masyarakat,” tutup Hadi.

Ketua Pelaksana Vito Rachmawan mengungkapkan bahwa adanya stadium general dan pelantikan ini kelembagaan FAI UMJ dapat mengimplementasikan roda organisasinya selaras dengan tema yang diusung.

Lembaga mahasiswa yang dilantik adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM FAI UMJ), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM FAI UMJ), Himpunan Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPKPI), Perbankan Syariah (HMPPS), Hukum Keluarga Islam (HKAI), Manajemen Zakat Wakaf (HMP Mazawa), Pendidikan Agama Islam (HMPPAI), Lembaga Semi Otonom (LSO) Jumrol, Teras Senja, dan FORSA.

Editor : Dian Fauzalia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UMJ Gandeng Monash University Gelar Diskusi Akademik

  Lecture Faculty of Education Monash University, Anne Keary, Ph.D., dalam acara diskusi akademik FIP UMJ, di Auditorium FIP, Kamis, (07/09/2023). (UMJ) menggelar diskusi akademik dengan tema  The Power of Play: English For Young Learnes.  Acara ini merupakan bentuk kerja sama antara UMJ dengan  Faculty of Education  Monash University Australia , yang dilaksanakan di Auditorium  Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UMJ , Kamis, (07/09/2023). Baca Juga :   Prodi Ilmu Politik Gelar Diskusi Bersama Komunitas Charlotte Mason Lecture Faculty of Education  Monash University, Anne Keary, Ph.D., sebagai  keynote speaker  menjelaskan sebanyak 21% rakyat Australia menggunakan bahasa yang berbeda-beda untuk berkomunikasi sesuai dengan lingkungan sekitar. Australia terdiri dari tiga budaya berbeda. Pada penelitiannya, Keary memaparkan bagaimana warga Australia mengajarkan komunikasi kepada anak-anak, salah satunya dengan cara bermain. Bermain menjadi ajan...

Yuk ! Kenalan dengan Sivitas Akademika Kampus

  Perguruan tinggi tentu berbeda dengan sekolah. Begitu juga dengan struktur kepemimpinan yang ada di dalamnya. Pada universitas tidak ada lagi sebutan guru, kepala sekolah, maupun wakil kepala sekolah. Agar tidak salah sebut, yuk kenali beberapa sebutan untuk pimpinan yang ada di universitas. Rektor Rektor merupakan pemimpin tertinggi di suatu universitas. Tugas rektor adalah bertanggung jawab untuk memantau seluruh sistem di universitas agar berjalan lancar. Segala citra dan reputasi kampus menjadi salah satu tugas Rektor untuk menampilkan figur representatif perguruan tinggi di mata publik. Seorang Rektor harus memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan. Dalam hal ini,  Universitas Muhammadiyah Jakarta  (UMJ) merupakan salah satu  Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah . Maka, Rektor harus sejalan dengan visi misi Muhammadiyah dan ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Wakil Rektor Seperti pemimpin pada umumnya, Rektor juga memiliki seorang wakil yang bi...

Diskusi Internasional ILPOL FISIP UMJ Bahas Soal Tantangan Uyghur di China

  Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMJ, Dr. Asep Setiawan (kanan) dan Direktur Eksekutif Center for Uyghur, Mr. Abdul Hakim Idris (kiri) saat diskusi tentang uyghur di Ruang Rapat FISIP UMJ., Rabu, (25/10/2023). Program Studi Ilmu Politik  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta  (ILPOL FISIP UMJ) menggelar forum diskusi internasional dengan tema  Uyghur Challenges in China and Beyond,  di Ruang Rapat FISIP UMJ, Rabu, (25/10/2023). Baca juga :  Langkah Menghadapi Islamophobia terhadap Uyghur di China Uyghur merupakan kelompok etnis muslim yang tersebar di China. Saat ini Uyghur tengah dihadapkan dengan tantangan di wilayah Xianjiang, Tiongkok, baik domestik maupun international yang kompleks dan beragam tentang pelanggaran hak asasi manusia dan diplomasi. Pelanggaran hak asasi manusia meliputi penganiayaan berdasarkan identitas orang uyghur yang dilarang menjalankan agama dengan bebas. Selain itu pembatasan dari berbagai aspek kehi...