Langsung ke konten utama

Masalah Fertilitas Jadi Bahasan Mini Symposium FKK UMJ

 

Ketiga Narasumber Dr. , dr. Diah Sartika Sari, SP.OG (KFER) (kanan)., Dr. dr. Tri Ariguntar W, Sp. PK., (kiri), dr. Mira Krishtania, Sp. And (bawah) saat sesi tanya jawab dalam Mini Symposium secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (23/9/23).

 
 

Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) menggelar Mini-Symposium dengan tema A to Z Fertility Problems secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (23/9/23).

Fertilitas atau kesuburan didefinisikan sebagai kemampuan alamiah seseorang untuk mendapatkan kehamilan. Namun, keadaan tersebut tidak mudah untuk setiap orang, karena memiliki tingkat keseburuan yang berbeda. Tingkat kesuburan akan terlihat saat pasangan mempunyai ketidakmampuan untuk menghasilkan kehamilan secara alami yang disebut dengan infertilitas. Hal itu merupakan pembahasan dalam Mini Symposium FKK UMJ.

Baca juga : FKK UMJ Angkat Isu Stroke dalam Seminar Internasional

Dekan FKK UMJ, Dr. dr. Muhammad Fachri, Sp.P, FAPSR., FISR., dalam sambutannya menuturkan fertilitas merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Oleh karenanya, dr. Fachri menyambut baik rangkaian acara ini karena diskusi tentang masalah fertilitas di Indonesia akan tuntas dibahas bersama narasumber.

“Saya sangat menyambut dengan Mini Symposium ini, karena permasalahan kesehatan ini (Fertilitas) sering terjadi di masyarakat,” ungkap Fachri.

FKK UMJ menghadirkan tiga narasumber yaitu Ketua Program Studi FKK UMJ, Dr. dr. Tri Ariguntar W, Sp. PK, Dokter Spesialis Adrologi Bocah Indonesia Fertility Clinic, dr. Mira Krishtania, Sp. And, dan Dosen Program Studi (Prodi) Kodekteran FKK UMJ, dr. Diah Sartika Sari, SP.OG (KFER). Dengan dimoderasi oleh Dosen Prodi FKK UMJ, dr. Devi Marischa Malik, Sp. OG (KFER).

Narasumber pertama sekaligus Kaprodi FKK UMJ, Dr. dr. Tri Ariguntar W, Sp. PK, diawal menuturkan bahwa pembahasan fertilitas khususnya analisa sperma merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa kedokteran.

“Ini merupakan salah kompetensi untuk mahasiswa Pendidikan S-1 Kedokteran, yaitu masalah infertilitas tentang analisa sperma. Sehingga untuk menambah pengetahuan kompetensi tersebut, kita membuat Mini Symposium,” ungkap Tri.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa prevalensi infertilitas di Indonesia diperkirakan sekitar 10-12% atau 4-6 juta pasangan dari 39,8 juta pasangan usia subur. Keadaan infertilitas tersebut bisa disebabkan oleh gangguan sistem reproduksi pada pria maupun wanita. Analisa sperma ini dikhususkan untuk pria, sedangkan pemeriksaan wanita lebih kepada hormonal. Tri menjelaskan dalam materinya analisa sperma dilakukan dengan tahap pra analitik, analitik, dan pasca analitik agar tidak mengalami kesalahan diagnosis.

Narasumber kedua, Dokter Spesialis Andrologi, dr. Mira Krishtania, Sp. And, membahas tentang analisa sperma dan perannya dalam penanganan masalah infertilitas pria. Dalam penuturannya, dr. Mira menjelaskan bahwa analisa sperma harus dilakukan secara benar, hal itu untuk memberikan penanganan yang sesuai. Oleh karenanya, keadaan itu juga harus didukung dengan sertifikasi dan akreditasi bagi laboratorium dan para petugas.  Terlebih lagi, analisa sperma adalah dasar penting untuk mengetahui masalah infertilitas pada pria. Dalam materinya, Mira menjelaskan tahapan Anamnesis, Physical Examinations, The Sperm Test, Other Examinations (Laboratory and Imaging Examinations), Male interfility treatments (Prescriptions, Procedures, Assisted Reproductive Technology), serta Semen Analysis.

Narasumber ketiga yang juga merupakan dosen FKK UMJ, dr. Diah Sartika Sari, SP.OG (KFER)., memaparkan masalah fertilitas pada perempuan. Ia menyembutkan kasus interfilitas pada perempuan diantaranya disebabkan oleh ovulations problems, permeability of the tubes, cervical mucus problems, uterine abnormality, dan kasus lainnya. Tidak hanya itu, kasus intefilitas terjadi juga akibat gaya hidup baik laki ataupun perempuan, seperti kosumsi kafein, aktivitas fisik, konsumsi narkoba, high scrotal temperatur, anxiety atau depresi, dan nutrisi.

Terakhir, ia menyampaikan bahwa fertilitas perempuan dipengaruhi banyak faktor, terutama umur. Umur itu akan berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas sel telur. Tentu kesadaran dalam menangani masalah dengan tepat sangat berpengaruh terhadap fertilitas perempuan.

Mini Simposium ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan civitas akademika FKK UMJ.

Editor : Dian Fauzalia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diskusi Internasional ILPOL FISIP UMJ Bahas Soal Tantangan Uyghur di China

  Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMJ, Dr. Asep Setiawan (kanan) dan Direktur Eksekutif Center for Uyghur, Mr. Abdul Hakim Idris (kiri) saat diskusi tentang uyghur di Ruang Rapat FISIP UMJ., Rabu, (25/10/2023). Program Studi Ilmu Politik  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta  (ILPOL FISIP UMJ) menggelar forum diskusi internasional dengan tema  Uyghur Challenges in China and Beyond,  di Ruang Rapat FISIP UMJ, Rabu, (25/10/2023). Baca juga :  Langkah Menghadapi Islamophobia terhadap Uyghur di China Uyghur merupakan kelompok etnis muslim yang tersebar di China. Saat ini Uyghur tengah dihadapkan dengan tantangan di wilayah Xianjiang, Tiongkok, baik domestik maupun international yang kompleks dan beragam tentang pelanggaran hak asasi manusia dan diplomasi. Pelanggaran hak asasi manusia meliputi penganiayaan berdasarkan identitas orang uyghur yang dilarang menjalankan agama dengan bebas. Selain itu pembatasan dari berbagai aspek kehi...

Mahasiswa FTAN UMJ Melaju Final KEJURNAS Yamaha di Mandalika

eza Firdaus seusai babak Kualifikasi Kejuaraan Nasional Yamaha Sunday 2023, di Sirkuit Mandalika, NTB, 19-20 Agustus 2023. Reza Firdaus, mahasiswa  Fakultas Pertanian   Universitas Muhammadiyah Jakarta  (FTAN  UMJ ) sukses melaju ke Seri Final KEJURNAS (Kejuaraan Nasional) Yamaha Sunday 2023. Reza berhasil mengumpulkan sebanyak 35 poin atas kemenangannya di babak kualifikasi yang digelar di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, 19-20 Agustus 2023. Baca juga :  Mahasiswa FTAN UMJ Sabet Juara Umum KEJURNAS di Sentu l Mahasiswa Program Studi Agroteknologi ini berhasil mengumpulkan 35 poin dari pertarungan sengit di babak kualifikasi. Reza berada podium 3 pada  rac e  pertama, kemudian pada  race  kedua lebih baik lagi di podium 2. Reza mewakili DKI Jakarta bertarung dengan 14 pembalap lainnya yang berasal dari Bali, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan NTT. Setelah babak kualifikasi, Reza akan kembali mengaspal di Seri Final p...

FKK UMJ Gelar Kuliah Umum Pendidikan Interprofesi

  kiri ke kanan, Guru Besar FK UI Prof. Dr. dr. Abdul Razak Thaha, M.Sc, Sp.GK., Guru Besar Bidang Ilmu Kebidanan Unisa Yogyakarta Prof. Dr. Mufdilah, S.SiT., M.Sc., Guru Besar FK UI Prof. DR. Dr. Endang Sri Murtiningsih Basuki, MPH., dan dosen Prodi Kedokteran FKK UMJ dr. Gladys Dwiani Tinovella Tubarad, M.Pd.Ked saat sesi diskusi dalam Kuliah Umum Pendidikan Interprofesi di Aula Dr. Syafri Guricci FKK UMJ, Rabu, (18/10/2023). Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) menggelar kuliah umum pendidikan interprofesi yang diikuti oleh mahasiswa FKK UMJ dari berbagai lintas prodi di Aula Dr. Syafri Guricci FKK UMJ, secara hybrid, Rabu, (18/10/2023). Baca juga : FKK UMJ Angkat Isu Stroke dalam Seminar Internasional Mengusung tema “Komunikasi dalam Pendidikan Interprofesional”, kuliah umum ini merupakan salah satu bentuk penerapan pendidikan Interprofesional di FKK UMJ sebagai istrategi untuk meningkatkan koordinasi antara pemberi pelayan...