Langsung ke konten utama

LPP-AIK UMJ Serahkan Hadiah UAH Kepada Mahasiswa Internasional

 

LPP-AIK UMJ melakukan penyerahan hadiah UAH kepada mahasiswa Internasional UMJ di Masjid At-taqwa, Jumat (6/10/23).

Ustadz Adi Hidayat (UAH) melalui Lembaga Pengkajian dan Penerapan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPP-AIK) Universitas Muhamamdiyah Jakarta (UMJ) menyerahkan hadiah kepada mahasiswa Internasional UMJ di Masjid At-taqwa, Jumat (6/10/23).


Baca juga : LPP-AIK UMJ Gelar Pembinaan Beasiswa Hafizh


Hadiah berupa uang tunai sebesar dua juta rupiah dan biaya hidup satu juta rupiah selama satu tahun diberikan secara langsung kepada tujuh mahasiswa internasional yakni Shukronah (Tajikistan), Luqman (Yaman), Mahmud (Tajikistan), Jasur (Turkmenistan), Muborakshoh (Tajikistan), Ala (Yaman), dan Ali (Yaman).


Kegiatan penyerahan tersebut merupakan janji yang diberikan oleh Ustadz Adi Hidayat pada saat acara peluncuran program tahfizh internasional di Gedung Cendikia Universitas Muhammadiyah Jakarta, Selasa (26/9/23).


UMJ menjadi kampus Islam pertama yang melakukan peluncuran pogram tahfizh internasional. Program ini akan mempertemukan para hafizh dari dua puluh negara dan berinteraksi secara global. Dalam acara launching tersebut Ustad Adi Hidayat banyak berinteraksi dan memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas antusiasnya para mahasiswa menyambut program tahfizh internasional.


Sekretaris LPP-AIK UMJ Mulkan Habibie, S.Kom.I., M.I.Kom., menyampaikan bahwa hal itu merupakan reaksi spontan yang dilakukan oleh UAH sebagai bentuk apresiasi bukan sengaja dirancang.


“UAH memang terkenal sangat dermawan, hal itu bentuk spontanitas darinya dan tidak dirancang oleh LPP-AIK. UAH memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi bahwa mereka sudah mau berjuang kuliah jauh dari negara asalnya,” ucapnya saat ditemui di ruangan LPP-AIK UMJ.


Lebih lanjut, Mulkan menjelaskan bahwa ke tujuh mahasiswa internasional akan mengikuti program tahfiz internasional yang bekerjasama langsung dengan UAH dan akan dibina oleh LPP-AIK UMJ.


Editor: Dian Fauzalia



Komentar

Postingan populer dari blog ini

UMJ Gandeng Monash University Gelar Diskusi Akademik

  Lecture Faculty of Education Monash University, Anne Keary, Ph.D., dalam acara diskusi akademik FIP UMJ, di Auditorium FIP, Kamis, (07/09/2023). (UMJ) menggelar diskusi akademik dengan tema  The Power of Play: English For Young Learnes.  Acara ini merupakan bentuk kerja sama antara UMJ dengan  Faculty of Education  Monash University Australia , yang dilaksanakan di Auditorium  Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UMJ , Kamis, (07/09/2023). Baca Juga :   Prodi Ilmu Politik Gelar Diskusi Bersama Komunitas Charlotte Mason Lecture Faculty of Education  Monash University, Anne Keary, Ph.D., sebagai  keynote speaker  menjelaskan sebanyak 21% rakyat Australia menggunakan bahasa yang berbeda-beda untuk berkomunikasi sesuai dengan lingkungan sekitar. Australia terdiri dari tiga budaya berbeda. Pada penelitiannya, Keary memaparkan bagaimana warga Australia mengajarkan komunikasi kepada anak-anak, salah satunya dengan cara bermain. Bermain menjadi ajan...

Yuk ! Kenalan dengan Sivitas Akademika Kampus

  Perguruan tinggi tentu berbeda dengan sekolah. Begitu juga dengan struktur kepemimpinan yang ada di dalamnya. Pada universitas tidak ada lagi sebutan guru, kepala sekolah, maupun wakil kepala sekolah. Agar tidak salah sebut, yuk kenali beberapa sebutan untuk pimpinan yang ada di universitas. Rektor Rektor merupakan pemimpin tertinggi di suatu universitas. Tugas rektor adalah bertanggung jawab untuk memantau seluruh sistem di universitas agar berjalan lancar. Segala citra dan reputasi kampus menjadi salah satu tugas Rektor untuk menampilkan figur representatif perguruan tinggi di mata publik. Seorang Rektor harus memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan. Dalam hal ini,  Universitas Muhammadiyah Jakarta  (UMJ) merupakan salah satu  Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah . Maka, Rektor harus sejalan dengan visi misi Muhammadiyah dan ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Wakil Rektor Seperti pemimpin pada umumnya, Rektor juga memiliki seorang wakil yang bi...

Diskusi Internasional ILPOL FISIP UMJ Bahas Soal Tantangan Uyghur di China

  Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMJ, Dr. Asep Setiawan (kanan) dan Direktur Eksekutif Center for Uyghur, Mr. Abdul Hakim Idris (kiri) saat diskusi tentang uyghur di Ruang Rapat FISIP UMJ., Rabu, (25/10/2023). Program Studi Ilmu Politik  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta  (ILPOL FISIP UMJ) menggelar forum diskusi internasional dengan tema  Uyghur Challenges in China and Beyond,  di Ruang Rapat FISIP UMJ, Rabu, (25/10/2023). Baca juga :  Langkah Menghadapi Islamophobia terhadap Uyghur di China Uyghur merupakan kelompok etnis muslim yang tersebar di China. Saat ini Uyghur tengah dihadapkan dengan tantangan di wilayah Xianjiang, Tiongkok, baik domestik maupun international yang kompleks dan beragam tentang pelanggaran hak asasi manusia dan diplomasi. Pelanggaran hak asasi manusia meliputi penganiayaan berdasarkan identitas orang uyghur yang dilarang menjalankan agama dengan bebas. Selain itu pembatasan dari berbagai aspek kehi...