Langsung ke konten utama

Fakultas Ilmu Keperawatan UMJ Gelar Pembekalan Lulusan Profesi Ners

 


Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIK UMJ) menggelar Pembekalan Lulusan Profesi Ners secara daring, pada Jumat (13/10/2023). Pembekalan merupakan bagian dari rangkaian Angkat Sumpah Profesi Ners untuk mempersiapkan lulusan memasuki dunia profesi dan kerja sebagai bekal pengetahuan dan keterampilan yang komprehensif.


Baca juga : FIK UMJ Gelar Seminar Diseminasi Praktik Keperawatan


Dekan FIK UMJ Miciko Umeda, S.Kp., M.Biomed., dalam sambutannya menegaskan agar peran lulusan ners dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan bertanggung jawab dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien dan kesejahteraan masyarakat.


Kegiatan pembekalan lulusan ini menghadirkan lima pemateri yaitu M. Jamaluddin Ahmad, S.Psi., Psikolog., Giri Widakdo, MKM, Ns. Fenty Efendi, S.Kep., M.Kep, Akhir Fahruddin, RN., M.P.H, dan Wakil Dekan I FIK Dr. Yani Sofiani, M.Kep., Sp.KMB.


Para pemateri memberikan wawasan mendalam tentang berbagai aspek yang relevan dengan profesi keperawatan dan persiapan untuk karier di dunia kesehatan. M. Jamaluddin Ahmad, S.Psi., Psikolog., pakar yang juga aktif sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting PP Muhammadiyah, menekankan pada calon ners untuk meresapi nilai-nilai dan etika Islam. Menurutnya, hal itu dapat menjadi panduan kokoh dalam menjalani profesi perawat.


Giri Widakdo, MKM, yang juga menjabat sebagai Ketua DPK PPNI FIK UMJ, menyajikan materi yang berkaitan dengan sistem regulasi dan Surat Tanda Registrasi. Selain pentingnya STR dalam dunia keperawatan, para peserta diberi pemahaman tentang peran lulusan Ners. Giri menekankan bahwa Ners dapat berperan aktif dalam sistem, mematuhi peraturan dan standar yang berlaku, serta berkontribusi positif dalam menjaga dan meningkatkan standar praktik keperawatan di Indonesia.


Sementara itu, Ns. Fenty Efendi, S.Kep., M.Kep, memberikan pandangan praktis kepada para peserta mengenai perencanaan dan strategi berkarier di dunia keperawatan. Strategi yang dibagikan termasuk langkah-langkah penting dalam mengidentifikasi peluang, mengatasi hambatan, dan membangun pondasi yang kuat agar sukses dalam dunia kesehatan.


Para calon Ners juga menyimak pegalaman alumni FIK UMJ yaitu Akhir Fahruddin, RN., M.P.H. Akhir tidak hanya memotivasi, tetapi juga memberikan inspirasi kepada para peserta. Melalui kisah perjalanan pribadinya, ia memberikan pandangan yang berharga tentang tantangan dan peluang dalam dunia keperawatan.


Dr. Yani Sofiani, M.Kep., Sp.KMB., Wakil Dekan 1 FIK UMJ secara cermat menjelaskan pentingnya refleksi dan evaluasi berkelanjutan terhadap proses pendidikan keperawatan dan mengajak para peserta pembekalan untuk memahami peran mereka dalam menjaga standar pendidikan yang tinggi dan terus berusaha untuk meningkatkannya demi kebaikan profesi keperawatan.


Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari ini sangat meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Para alumni ners aktif bertanya dan berdiskusi dengan pemateri, mencari nasihat dan panduan untuk memulai karier mereka dengan sukses di dunia keperawatan.


Editor: Dinar Meidiana



Komentar

Postingan populer dari blog ini

UMJ Gandeng Monash University Gelar Diskusi Akademik

  Lecture Faculty of Education Monash University, Anne Keary, Ph.D., dalam acara diskusi akademik FIP UMJ, di Auditorium FIP, Kamis, (07/09/2023). (UMJ) menggelar diskusi akademik dengan tema  The Power of Play: English For Young Learnes.  Acara ini merupakan bentuk kerja sama antara UMJ dengan  Faculty of Education  Monash University Australia , yang dilaksanakan di Auditorium  Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UMJ , Kamis, (07/09/2023). Baca Juga :   Prodi Ilmu Politik Gelar Diskusi Bersama Komunitas Charlotte Mason Lecture Faculty of Education  Monash University, Anne Keary, Ph.D., sebagai  keynote speaker  menjelaskan sebanyak 21% rakyat Australia menggunakan bahasa yang berbeda-beda untuk berkomunikasi sesuai dengan lingkungan sekitar. Australia terdiri dari tiga budaya berbeda. Pada penelitiannya, Keary memaparkan bagaimana warga Australia mengajarkan komunikasi kepada anak-anak, salah satunya dengan cara bermain. Bermain menjadi ajan...

Yuk ! Kenalan dengan Sivitas Akademika Kampus

  Perguruan tinggi tentu berbeda dengan sekolah. Begitu juga dengan struktur kepemimpinan yang ada di dalamnya. Pada universitas tidak ada lagi sebutan guru, kepala sekolah, maupun wakil kepala sekolah. Agar tidak salah sebut, yuk kenali beberapa sebutan untuk pimpinan yang ada di universitas. Rektor Rektor merupakan pemimpin tertinggi di suatu universitas. Tugas rektor adalah bertanggung jawab untuk memantau seluruh sistem di universitas agar berjalan lancar. Segala citra dan reputasi kampus menjadi salah satu tugas Rektor untuk menampilkan figur representatif perguruan tinggi di mata publik. Seorang Rektor harus memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan. Dalam hal ini,  Universitas Muhammadiyah Jakarta  (UMJ) merupakan salah satu  Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah . Maka, Rektor harus sejalan dengan visi misi Muhammadiyah dan ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Wakil Rektor Seperti pemimpin pada umumnya, Rektor juga memiliki seorang wakil yang bi...

Diskusi Internasional ILPOL FISIP UMJ Bahas Soal Tantangan Uyghur di China

  Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMJ, Dr. Asep Setiawan (kanan) dan Direktur Eksekutif Center for Uyghur, Mr. Abdul Hakim Idris (kiri) saat diskusi tentang uyghur di Ruang Rapat FISIP UMJ., Rabu, (25/10/2023). Program Studi Ilmu Politik  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta  (ILPOL FISIP UMJ) menggelar forum diskusi internasional dengan tema  Uyghur Challenges in China and Beyond,  di Ruang Rapat FISIP UMJ, Rabu, (25/10/2023). Baca juga :  Langkah Menghadapi Islamophobia terhadap Uyghur di China Uyghur merupakan kelompok etnis muslim yang tersebar di China. Saat ini Uyghur tengah dihadapkan dengan tantangan di wilayah Xianjiang, Tiongkok, baik domestik maupun international yang kompleks dan beragam tentang pelanggaran hak asasi manusia dan diplomasi. Pelanggaran hak asasi manusia meliputi penganiayaan berdasarkan identitas orang uyghur yang dilarang menjalankan agama dengan bebas. Selain itu pembatasan dari berbagai aspek kehi...